1Adaro. Adaro Energy Tbk menjadi salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang berada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Di sepanjang sejarah Adaro hingga hari ini produksi dan penjualan batubara tambang Adaro Indonesia memiliki tren pertumbuhan yang stabil, terlepas dari tantangan Pandemi Covid-19, total produksi
FAJARCO.ID, BONE -- Tambang batu bara di Lamuru sudah cukup lama dikelola. Sejak 1978 dan baru mengantongi izin pada 2008. 30 tahun dikuasai oleh oknum perwira TNI berpangkat Kolonel. Warga sekitar memanggilnya Pak Putong. Pada 2008, Forum Mari-mario digagas untuk mengambil alih lahan masyarakat dan dikembalikan sebagai tambang masyarakat.
FAJARCO.ID, BONE β Tambang batu bara di Lamuru sudah cukup lama dikelola. Sejak 1978 dan baru mengantongi izin pada 2008. 30 tahun dikuasai oleh oknum perwira TNI berpangkat Kolonel.
ο»ΏAktivitastambang batu bara di Desa Massenrempulu dan Desa Mattampawalie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, menimbulkan kerusakan.
WargaBone tewas tertimbun material di area tambang batubara di Kalimantan Utara, Senin (28/03/22) foto: Ilustrasi pencarian korban TIMURKOTA.COM, KALTARA- Sawaluddin Alias Wawan (43) merupakan warga Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ditemukan tewas usai tertimbun material tambang batu bara milik PT Pipit Mutiara Jaya di
BacaJuga: Jadi Sorotan Publik, Kapolres Bone Akan Tutup Tambang Batu Bara di Patimpeng Jika Tidak Miliki Izin "Ya senanglah-dikunjungi oleh Bapak Kapolres. Orangnya baik dan ramah sekali mudah bergaul kepada masyarakat," ujarnya. Rombongan Kapolres, tiba di Desa Tapong pada Jumat malam pada pukul 10.00 Wita dan nginap semalam di desa itu.
. Potensi pertambangan yang terdapat di Kabupaten Bone berdasarkan lokasi, jenis bahan galian dapat dilihat pada tabel di bawah ini Potensi Bahan Galian Mineral dan Batuan Kabupaten Bone Tahun 2013 No Bahan Galian Lokasi Kec/Desa Sifat Kimia dan Pembentukannya Potensi Kandungan 1 Batu Bara Lappariaja Pattuku LimpoE, Tenripakkua, Lamuru Massenrengpulu, Kajuara Lappabosseng, Kahu Nursa β 1 β 4% Belerang β 8 β 11% Kadar Air β 3 β 13% Abu β 20 β 36% Zat Terbang β β Kalor Ton 2 Mangan Ponre Mappesangka, Turuadae, Libureng Malinrung, Salomekko Tebba, Ulubalang, Mappatoba dan Bontocani Dusun Pakkelangi β Float Pirolusit β Float Psilomelan β Ton β Bontocani dalam bentuk Ferromangan 10 Juta Ton 3 Tembaga Libureng Camming, Pationgi, Ponre Mattirobulu, Mappasangka dan Patimpeng Talabangi, Tonra Desa Samaenre β 10% Cu β 13,4% Mn β 1,6% Pb β 0,3% Zn β 300 gram/ton Ag Belum Diketahui 4 Emas Perak Libureng Camming, Pationgi, Ponre Mattirobulu, Mappasangka, dan Patimpeng Talabangi Pengaruh Intrusi Batuan Belum Diketahui 5 Bijih Besi Bontocani Dusun Pakke Desa Langi, Dusun Tanjung Kel Kahu, dan Dusun Marara Kel Kahu Matajang Kahu, Libureng Malinrung β Magnetit β Hematit Ton 6 Pasir Kuarsa Lappariaja Tenripakkua, Lamuru Massenreng Pulu, Kahu Nursa, Kajuara Lemo, Bontocani Dusun Tanjung Kel Kahu Warna putih kotor hingga kuning kecoklatan, berbutir sedang-kasar kandungan SiO 95,75% Ton 7 Tanah Liat Lappariaja Tenripakkua, Lamuru Massenrengpulu Cina Abbumpungeng, Tanete Riattang Bukaka β 3,21 β 9,85% AI203 β 1,78 β 3,13% Fe203 β 0,10 β 2,62% CaO β 0,14 β 6,81% CaO β 51,33 β 82,85% Sio2 β Lappariaja 10 Jt m3 β Cina 10 Jt m3 β Bukaka 1 Jt m3 8 Batu Kapur Ajangale, Amali, DuaboccoE, Ulaweng, Palakka, Barebbo Batu Gamping Taccipi Formasi Walanae Jutaan m3 9 Marmer Bontocani Watangcani, Ulaweng Lilina Ajangale Tonra, Kahu Bontopadang Batu Gamping Formasi Tonasa yang terpengaruh tektonik β Ton β Ton β Tonra blm diketahui 10 Koalin Bontocani, Kajuara Pengaruh Intrusi Diorit, Trakhit dan Granodiorit Belum Diketahui 11 Sirtu Kajuara, Salomekko, Bengo, Ponre, Lappariaja, Lamuru, Tanete Riattang barat, Bontocani, Liburang, Tonra, Mare, Cina, Kahu, Awangpone Endapan Aluvium sungai Belum Diketahui 12 Batu Gamping Bontocani Watangcani, Mattirowalie, Langi, Pattukku Formasi Tonasa m3 13 Batu Gamping Ponre Pattimpa, Poleonro, Libureng Mallinrung Formasi Tonasa m3 m3 14 Batu Gamping Cina Ajangpulu Formasi Dolomitan m3 15 Rhiolit Tonra Gareccing, Bone, Pute Pengaruh Intrusi Batuan Beku 160 ha 16 Granit Kahu Cakkela Bontocani Dusun Tanjung Kel Kahu, Dusun Bana dan Bulu Rojeng Pengaruh Intrusi Batuan Beku m3
- Nama Haji Isam jadi sorotan publik beberapa hari terakhir. Pria bernama lengkap Samsudin Andi Arsyad adalah salah satu pengusaha terkaya di Pulau Kalimantan. Nama Haji Isam mencuat setelah Presiden Joko Widodo Jokowi rela datang guna meresmikan pabrik biodiesel barunya senilai Rp 2 triliun yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Siapa Haji Isam sebenarnya profil Haji Isam? Menyebut Haji Isam, nyaris semua orang Kalsel mengenalnya. Sosoknya lekat dengan Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang usaha utamanya adalah perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Haji Isam sendiri sebenarnya bukan asli Kalimantan, pria yang kini berusia 44 tahun ini merupakan perantau sukses dari Bone, Sulawesi Selatan. Baca juga Daftar 5 Perusahaan Besar Tambang Batu Bara di Kalsel Rumah besarnya tampak megah bak istana di tepi jalan raya di Batu Licin. Total luas kediamannya disebut-sebut mencapai 20 hektare. Ia juga cukup dikenal dengan hobi off road dan berburu. Johlin memiliki lini usaha batubara di bawah bendera PT Jhonlin Baratama, lalu ada perusahaan perkapalan Jhonlin Marine and Shipping, Jhonlin Air Transport, perusahaan sewa atau rental jet pribadi. Kemudian perusahaan biodiesel Jhonlin Agro Raya sampai pabrik gula dan dan pekebunan tebu PT Prima Alam Gemilang, anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri. Haji Isam juga merupakan keponakan dari Sahbirin Noor yang tak lain merupakan Gubernur Kalsel saat ini. Setelah pensiun sebagai camat, Sahbirin sendiri tercatat pernah menjabat sebagai direktur di salah satu perusahaan Jhonlin Group. Baca juga Daftar 5 Perusahaan Penguasa Perkebunan Kelapa Sawit di Kalsel Pernah jadi tukang ojek Dikutip dari Tribunnews, sebelum sukses menjadi seorang pengusaha, Haji Isam pernah menjadi pekerja kasar di bidang perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan, bahkan pernah menjadi tukang ojek. Ia memulai usahanya dari nol hingga akhirnya sukses. Haji Isam mengawali terjun ke bisnis batubara nyaris hanya modal dengkul. GREENPEACE via BBC INDONESIA Korindo beralasan perkebunan sawitnya berada dekat dengan perbatasan Papua dan Papua Nugini sehingga keberadaan aparat polisi diperlukan untuk menjaga keamanan. Berawal saat ikut di sebuah perusahaan milik seorang pengusaha Batubara keturunan Tionghoa - Surabaya. Pengusaha itulah yang mengenalkannya dengan usaha batu bara. Usai keluar dari perusahaan tersebut, Haji Isam mencoba usaha sendiri dan mendirikan perusahaan bernama Jhonlin yang belakangan bisnisnya menggurita. Baca juga Selain Batu Bara, Ini Deretan Tambang Besar Lainnya di Kalsel Kontroversi Haji Isam Sementara itu dikutip dari Kontan, baru-baru ini, nama Haji Isam membetot perhatian lantaran ada dugaan perusahaan Haji Isam menyuap pejabat pajak berkaitan dengan nilai pajak perusahaannya. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Senin 4 Oktober, sidang itu mengadili terdakwa Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal Ditjen Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan di Ditjen Pajak terungkap sepak terjang dugaan penyuapan itu. Adalah saksi Yulmanizar yang juga mantan anggota tim pemeriksa pajak di Ditjen Pajak yang menyebut keterlibatan Haji Isam dalam Berita Acara Perkara no 41 itu. Yulmanizar mengaku sempat bertemu orang bernama Agus Susetyo yang tak lain adalah konsultan pajak PT Jhonlin milik Haji Isam. Baca juga Dikaitkan dengan Penyebab Banjir, Ini Luas Perkebunan Sawit di Kalsel Dalam pertemuan itu, Yulmanizar menyebut Jhonlin minta agar nilai perhitungan pajak PT Jhonlin Baratama dikondisikan Rp 10 miliar saja. Yulmanizar menyebut, dalam pertemuan itu, permintaan pengkodisian nilai pajak Jhonlin adalah permintaan langsung dari pemilik PT Jhonlin Baratama yakni Samsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam. Menelusuri kepemilikan Haji Isam di Jhonlin Baratamata juga nampak dari data Kemenkumham. Jhonlin Baratama dimiliki Jhonlin Group dengan kepemilikan saham atau senilai Rp 40,8 miliar. Lalu ada nama Hj Nurhayati sebanyak saham atau senilai Rp 35,9 miliar, sementara Haji Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam sendiri atau senilai Rp 3,2 miliar. Baca juga Mengintip Bisnis Luhut, Menteri Jokowi yang Kaya Raya dari Batubara Perusahaan ini memiliki modal dasar sebanyak Rp 320 miliar dengan modal ditempatkan senilai Rp80 miliar. Dalam dunia politik, Haji Isam sempat menjadi Wakil Bendahara Kampanye Tim Jokowi - Amin dalam Pilpres 2020. Kedatangan Presiden Jokowi ke perusahaan Haji Isam bukan kali pertama. Sebelum meresmikan pabrik biodiesel milik Haji Isam di Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang, Kamis 21 Oktober, Presiden Jokowi juga pernah memeresmikan pabrik gula dan perkebunan tebu milik PT Prima Alam Gemilang PAG. Pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara itu, adalah anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri yang tak lain adalah bisnis milik Jhonlin Group milik Haji Isam. Baca juga Kata Menko Airlangga, Ini Bahayanya Apabila Harga Batubara Kemahalan Pabrik gula tersebut juga sempat menuai kontroversi. Saat itu, pemerintah memberikan konsesi perkebunan tebu kepada Haji Isam. Pemberian konsesi ini menjadi sorotan karena ditengarai menabrak tata ruang dan program kementerian. Banyak kalangan menuding mulusnya konsesi perusahaan Haji Isam karena bantuan Menteri Pertanian 2014-2019, Amran Sulaiman. Dok. Humas Kementan Amran Sulaiman merupakan sepupu dari pemilik Jhonlin Group Haji Isam Berasal sama-sama dari Bone, Amran Sulaiman diketahui merupakan sepupu dari Haji Isam. Kini Presiden Jokowi kembali meresmikan pabrik biodiesel Jhonlin. Menurut Direktur PT Jhonlin Agro Raya Zafrinal Lubis, pabrik ini siap memproduksi biodiesel pada Oktober ini. Baca juga Harga batubara cetak rekor tertinggi sejak November 2018 Menelan biaya investasi Rp 2 triliun, dana invesatasi ini untuk untuk pembangunan pabrik beserta prasarana pabrik dengan biaya investasi sebesar Rp 1 triliun dan Rp 1 triliun sisanya untuk pembangunan jety atau pelabuhan. Pabrik ini menempati lahan seluas 6 hektare itu dan akan akan memproduksi biodiesel serta minyak goreng dengan kapasitas produksi 60 ton per jam. Dengan kapasitas produksi dibutuhkan pasokan ton per hari tandan buah segar TBS sawit. Pasokan sawit akan diperoleh dari petani sekitar sebesar persen dan sisanya dipasok dari luar daerah, berupa minyak sawit mentah atau crude palm oil CPO Baca juga Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Berapa Gaji Menteri Juliari Batubara? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Bone - Walhi Sulawesi Selatan Sulsel mendesak pemerintah mencabut izin pertambangan PT Pasir Walanae di Kabupaten Bone, Sulsel. Aktivitas pertambangan batu bara itu diduga memiliki banyak pelanggaran."Dalam temuan investigasi lapangan ada sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Pasir Walanae. Di antaranya, tidak ada aktivitas land clearing atau pembebasan lahan pada tahap eksplorasi yang seharusnya dilakukan sebelum izin produksi diberikan," kata Staf Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel, Padel kepada detikSulsel, Jumat 16/9/2022.Padel menyebut perusahaan yang melakukan aktivitas penambangan batu bara dan memiliki konsesi di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone. Perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan IUP dari Pemerintah Provinsi Sulsel sejak tahun 2018 ini memiliki luas konsesi sekitar 182,89 hektare. "Kemudian kami temukan juga adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan yang kami duga itu sudah di luar konsesi yang artinya ada aktivitas pertambangan ilegal. Aktivitas pertambangan juga telah merusak jalan desa yang merupakan akses utama warga selama ini, ditambah lagi ada polusi udara yang ditimbulkan oleh batu bara serta debu akibat mobilisasi angkutan material batu bara," menambahkan dari pertemuan dengan warga Desa Massenrempulu disepakati untuk mendesak kepada Balai Gakkum, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup DPLH Sulsel dan Polda Sulsel mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran PT Pasir Walanae. Sebab kehadirannya merugikan masyarakat setempat."Pemerintah harus segera mencabut izin pertambangan batu bara PT Pasir Walanae yang kami duga kuat melakukan sejumlah pelanggaran pertambangan dan merugikan masyarakat dan merusak lingkungan," seorang warga Dusun Mario-mario, Desa Massenrengpulu, Bustang menuturkan jalan di daerah ini mengalami kerusakan akibat aktivitas pengangkutan batu bara dengan menggunakan mobil truk. Sedangkan jalan yang ada di daerah ini merupakan jalan desa yang tidak bisa dilalui oleh mobil truk besar pengangkut batu bara."Selain itu polusi udara akibat lalu lalang mobil truk pengakut batu bara dikeluhkan oleh masyarakat Desa Massenrempulu. Aktivitas pertambangan PT Pasir Walanae juga telah merusak bangunan irigasi persawahan warga yang berdampak pada pengairan persawahan warga desa, hal ini telah menimbulkan kerugian materil yang besar bagi warga desa," berharap agar perusahaan segera memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dan tidak lagi melakukan pelanggaran pertambangan. Selain itu warga mendesak pemerintah agar mencabut izin perusahaan pertambangan PT Pasir Walanae jika tidak bisa mengindahkan harapan warga."Kami berharap agar perusahaan memperbaiki segera jalanan dan kerusakan yang ditimbulkan perusahaan ini. Kalau tidak bisa, sekalian tutup saja ini tambang. Kami sudah cukup menderita merasakan dampak yang ditimbulkan oleh tambang ini," Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Bone Dray Vibrianto menuturkan soal tambang batu bara semua kewenangan di Pemprov Sulsel. Namun informasi terakhir itu sudah ditutup."Tambang batu bara di Lamuru itu sudah ditutup. Sudah pernah diminta dari Bone hadir di Balai Gakkum untuk memecahkan persoalan di lapangan. Solusinya berdasarkan hasil rekomendasi ditutup sementara dan harus dipenuhi izinnya," ucapnya. Simak Video "Diduga Depresi, Pria di Makassar Sandera-Ancam Bunuh Bayinya" [GambasVideo 20detik] hsr/sar
tambang batu bara di bone